SOCIAL MEDIA

Saturday, October 17, 2015

DeHaPe Food Court


DeHaPe Food Court berada di jalan Dalem Kaum tepatnya jl.Dalem Kaum No. 48 - 52 lantai 3A Bandung. Jalan Dalem Kaum ini mengingatkan kita pada peristiwa naas yang menimpa pusat perbelanjaan besar dan terbilang tua yang ada di kota Bandung, Kings. Sampai terakhir hari Sabtu yang lalu saya kesana bangunannya masih dibiarkan seperti itu, belum di renovasi lagi. Banyak kenangan sama pusat perbelanjaan satu ini, dulu saya sering main kesini sama almarhum teman dekat saya sekedar makan, cuci mata atau cari baju, dan waktu beli bahan kebaya buat nikah saya dapet dari sini :) sama anak yang besar juga saya punya kenangan di Kings ini, kita pernah nonton film yang saya suka banget dan saya tunggu - tunggu dari dulu karena pernah baca novelnya yaitu 5 cm. DeHaPe ini berada di belakang Kings, dan dekat ke Mesjid Agung Bandung. 

DeHaPe food court ini Grand Opening tanggal 4 April 2015 dan beberapa rekan dari Blogger Bandung mendapat kesempatan untuk menghadirinya. Acara cukup meriah dengan di awali press conference dari yang punya food court. Dan dilanjut dengan mencicipi menu – menu dari DeHaPe café yang beraneka ragam. Diirngi live music beraliran Dj menambah meriah Susana Grand Opening ini. Tamu udangan dipersilahkan memilih sendiri menu – menu yang ada disana.
Suasana food court cenderung romantic,  lampu penerangan yang cukup (tidak terlalu terang) ditambah dengan lilin yang menyala yang warna – warni. Bunga - bunga menghiasi tiap meja tamu undangan. Ditambah dengan suasana hujan di luar menambah asik dan betah berlama - lama ada di DeHaPe food court ini.

Bila kurang menyukai suasana yang romatic bisa juga kita mencari suasana yang berbeda diluar food court,   kita akan menemukan suasana yang berbeda, karena kita bisa melihat kota Bandung terutama sekitar alun – alun. Namun sayang waktu saya kesana lagi hujan besar jadi tidak sempat menikmati suasana di luar.


Menu dan minuman juga makanan disini variatif, lengkap dengan snack untuk cemilannya. Untuk Appetzer ada chicken soup by sambal chicken boxing with wings by kedai pasta dan bubur jagung by ala baba kebab.
Untuk main course ada nasi pindang iga by pempek sungai musi, Hainan chicken rice by salt n chilli, nasi soto betawai by 55, iga bakar sapi by jilan dan nasibebek/ayam komplit by bebekraton. Nah karena di kasih kesempatan buat pilih menu, saya pilih iga bakar ini dan rasanya yummiii dijamin bikin ketagihan dehhh :)










Sedangkan untuk dessert ada ice cream “cacing” by yorakobi Korean dessert, es sumping (pisang ijo) by kedah abah, sop duren berry by az duren milk, pisang kipas by kedai maku dan bimbimbap ice cream by yorakobi Korean dessert. Berhubung saya suka ice cream, saya kemarin pilih  bimbimbap ice cream, ice cream ini dicampur puding soklat dan rasa buah. Namun sayang dan sedikit kritik buat yang punya food court, sepertinya tempat atau wadah buat ice cream kurang tepat kalau di styrofoam karena bahan ini kurang baik buat kesehatan.

Nah kalau yang ini ice cream “cacing” by yorakobi Korean dessert, ice cream ini tampak unik dan menarik. Ice cream yang di atasnya ada melingkar seperti cacing, buat yang geli sama cacing kayanya ga akan berani nyentuh apa lagi sampe makannya. Tapi janagn khawatir ini bukan cacing beneran :) ini terbuat dari jely jadi menambah yummmii ice cream ini :)



Buat menu lainnya dan juga yang suka cemilan jangan khawatir banyak cemilan di food court ini, ada macaroni by kedai pasta, ada D'mini martabak, ada tahu kress. Dan tahunya bener - bener kress lho renyah benget. Makaroninya juga kejunya maknyus benget.

Nah banyak kan menu yang bisa kita pilih dan nikmati di DeHaPe foodccourt ini. Kalau yang lelah haus dan lapar setelah seharian belanja ke DeHaPe foodcourt ini untuk makan siang atau sore - sore sambil jalan - jalan bareng keluarga atau teman. Dan jangan khawatir disini free wifi :)


post signature

Thursday, October 8, 2015

Cafe n Resto D’jengkol



Jengkol, buat orang Indonesia khususnya orang sunda udah ga asing lagi. Bagi yang udah mengenalnya makanan ini mempunyai ciri khasnya yaitu baunya, hmmm. Ketika diolah terutama digoreng, dalam radius beberapa meter ini udah tercium baunya dan buat yang suka  langsung bikin laper  dan cepet - cepet nyerbu jengkol :). Dan satu yang tak kalah khas dari jengkol adalah enaknya, enaknya jengkol ga akan ditemukan dalam makanan lain :).

Bandung sebagai kota kuliner, yang udah terkenal dengan berbagai macam kulinernya, tentunya buat yang suka kuliner dan berjiwa enterpreneur ga mau ketinggalan menjadikan menu andalan dari makanan yang satu ini. Sebuah cafe yang ada di tengah kota Bandung siap memanjakan pecinta kuliner dengan menu serba jengkol. Yupp Cafe n Resto D’jengkol. Untuk mencarinya tempat ini sangat mudah dicari, berada di jl. Banteng No. 50 Bandung sebrang lapangan lodaya. Bersebelahan dengan salah satu salon yang sudah punya nama. Dan gajauh dari sana ada pusat buku yang udah ga asing lagi yaitu palasari. Untuk informasi jalan tersebut hanya satu arah alias one way, tapi bisa dilalui oleh kendaraan umum koq.

Mendapat undangan berkesempatan untuk mencicipi menu disana bersama teman – teman Blogger Bandung tentunya suatu kesempatan yang sangat berharga. Kita dijamu dengan sangat ramah dan oleh sang empunya tempat. Kita dipersilahkan untuk menikmati macam – macam menu dari jengkol. Adapun menu yang ada diataranya ; semur jengkol, rendang jengkol, balado jengkol, goreng jengkol, ada juga sambel jengkol, nasi goreng jengkol, dan sebagai menu lainnya selain jengkol ada ayam goreng yang sangat renyah. Dan untuk cemilannya ada karoket jengkol. Kerupuk jengkol pun ada untuk menemai nasi goreng jengkolnya. Untuk minumannya ada macam – macam juice buah – buahan yang segar.






Untuk rasa jangan ditanya lagi mantap deh, pas dan enak sekali. Buat yang udah pernah mencoba dijamin bakal ketagihan deh. Untuk menghindari bau setelah makan disana udah disediakan permen mint yang bikin nafas segar dan ga bau. Tempatnya pun nyaman dan bersih ada tempat parkir yang cukup dan yang tak kalah penting ada mushola dan juga tempat wudhu. Jadi jangan kawatir kita disana bisa melaksanakan sholat.




Karena disini bahasannya Cafe n Resto yang menunya serba jengkol disini saya mau nambahin sedikit informasi tentyang jengkol. Pastinya ga semua orang suka akan jengkol kan, bisa karena baunya, bisa juga karena khawatir berpengaruh terhadap kesehatan. Jengkol memang termasuk salah satu makanan yang kontradiktif. Terlepas dari informasi bahwa kandungan jengkol itu masih pro dan kontra, berdasarkan data yang saya dapatkan ada beberapa kandungan yang terdapat pada jengkol.




Jengkol merupakan sinonim dari Pithecellobium jiringa , Pithecollobium lobatum , Zygia jiringa. Adapun nama – nama di daerah di Indonesia berbeda – beda diantaranya: Gayo: jering, Batak: jering, Karo dan Toba: joring, Minangkabau: jarieng, Lampung: jaring, Dayak: Jaring, Sunda: jengkol, Jawa: jingkol, Bali: blandingan, Sulawesi Utara: Lubi.
Berikut data dan fakta tentang jengkol:

Kandungan Gizi Jengkol
Buah jengkol mengandung karbohidrat dan minyak atsiri. Selain itu dari hasil penelitian buah jengkol juga mengandung protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.
Kandungan vitamin C pada 100 gram buah jengkol adalah 80 mg. Buah jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23.3 gram per 100 gram bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18.3 gram per 100 gram.
Kandungan fosfor pada buah jengkol (166.7mg/100 gram). Kulit jengkol ternyata mengandung alkaloid, steroid/triterpenoid, saponin, flavonoid dan tannin. Selain itu biji jengkol juga memiliki kandungan sitosterol dan stigmasterol yang dilapor-kan memiliki aktifitas hipogli-kemia. Jengkol mengandung 20 gram asam jengkolat di setiap 1 kg biji jengkol segar (20 permil) dengan variasi 12 hingga 35 permil.

Mengapa jengkol bisa bau?
Mungkin kadang kita bertanya – tanya mengapa jengkol baunya bisa menyengat dan menjadi salah satu alasan mengapa orang tidak atau kurang menyukainya.
Inilah penyebab bau jengkol, asam amino yang terkandung didalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi akan terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

Tips mengurangi bau setelah makan jengkol
Namun kita bisa juga mengurangi bau jengkol setelah kita menikmatinya yaitu dengan menggosok gigi setelah memakannya, serta makan makanan lain yang berbau segar seperti mint dan buah. Karena jengkol juga menimbulkan bau pada air seni, maka kita harus memastikan toilet udah bebas bau jengkol sebelum meninggalkannya.

Dan saya menarik kesimpulan, inilah 4 fakta Cafe n Resto D’jengkol :
1. Satu – satunya di Bandung
Sependek pengetahuan saya (kalo pake sepanjang, pengetahuan saya minim tentang wisata kuliner :) ) inilah satu – satunya cafe n resto yang menyediakan menu serba jengkol di Bandung (maaf kalau salah :) ). Mungkin ga semua orang suka jengkol, tapi ga sedikit juga yang suka jengkol. Maka bagi para jengkolers udah selayaknya memanjakan lidah disini menikmati jengkol :).
2. Menu variatif
Meski serba jengkol, tapi disini menunya tidak kalah variatif dari cafe lainnya, ada beberapa pilihan menu yang bisa kita nikmati dari menu serba jengkol disini. Menu yang ada diantaranya ; semur jengkol, rendang jengkol, balado jengkol, goreng jengkol, ada juga sambel jengkol, nasi goreng jengkol, dan sebagai menu lainnya selain jengkol ada ayam goreng yang sangat renyah. Dan kalau soal rasa, jangan ditanya lagi dijamin bikin ketagihan.
3. Lokasi strategis
Meskipun lokasinya berada di jalan yang hanya satu arah, tapi tempatnya strategis, masih bisa dilalui oleh kendaraan umum. Dan dekat dengan tempat – tempat umum seperti : pasar buku palasari, lapangan lodaya, Masjid Mujahidin dan juga salah satu rumah sakit yaitu Rumah sakit Muhammadiyah.
4. Tempatnya nyaman
Sebuah tempat makan akan terasa semakin nikmat ketika disantap dengan suasana yang nyaman. Selain strategis cafe ini juga nyaman. Ada tempat sholatnya dan juga tempat parkir yang cukup. Bandung memang kota kuliner :).

Sumber Refferensi materi :

http://palembang.tribunnews.com

http://informasitips.com

post signature

Monday, October 5, 2015

Seblak Cimindi



Ngemil...ah itu kebiasaan saya dari kecil. Kalau ada yang tanya siapa yang suka ngemil, saya yang akan pertama angkat tangan :). Saya suka banget ngemil. Saya ga pernah diet, selama saya sehat saya makan apa yang saya suka selama itu halal dan bersih.  Diet? Ah itu bukan saya banget. Kapan pun saya laper saya pasti cari makanan. Saya ga pernah bisa konsentrasi kalau laper :). Terus kalau suka ngemil banyak tau macem – macem cemilan dong, ya tahu banget mah ga seh, tau yang saya sering makan ajah. Kalo kuliner? Ya sama ga begitu tau juga, malah saya terbilang orang yang banyak ga suka sama makanan tertentu. Seperti seafood, daging kambing, bebek atau kelinci ga suka. Secara garis besar seh saya sukanya cuma daging sapi, ayam sama telor :). Ikan sama ikan asin? Ya ada beberapa yang suka. 

Balik lagi ke cemilan ya, karena saya suka ngemil saya pastinya selalu beli cemilan dong? Yup, bisa itu cemilan yang belinya banyak atau yang harganya eceran kaya jajanan anak - anak SD gitu. Saya sama anak ajah suka rebutan jajanan :D. Jajanan sekitar sekolah itu murah meriah lho, ya mungkin karena buat anak - anak jadi harganya ya harga anak - anak juga. Salah satu cemilan yang saya suka adalah Seblak Cimindi. Dari namanya bisa ketebak kalo seblak itu berasal dari Cimindi kota Cimahi. Jujur saya kurang tau ya kalo itu hehe soalnya belum pernah ketemu sama yang bikinnya atau yang punya pabriknya. Kalo liat dari namanya seh iya kemungkinan besar dari Cimindi. 


Kenapa saya suka seblak ini? Karena enak, renyah dan pedasnya sedang. Awalnya saya tau seblak ini saya dikasih temen dan hmmm enak juga ya dan jadi ketagihan. Saya iseng cari di warung – warung ternyata lumayan susah juga, ga setiap warung yang jual jajanan anak – anak ada seblak ini. Dan akhirnya saya dapet dari pasar yang biasa saya beli bahan makanan.  Meskipun di pasar ga setiap yang jualan ada juga. Bisa dibilang seblak ini meskipun harganya murah meriah tapi buat dapetnya lumayan susah juga. 



Seblak Cimindi ini bentuknya kering, dikemas kecil – kecil. Kalau di pasar seh karena mereka jual partai besar jadi kita harus beli satu ball. Kalau beli di warung –warung satuan juga bisa belinya. Kalau di warung saya biasanyabeli di dekat tempat kerja. Saya biasanya ga cukup sedikit tuh kalau udah makan seblak ini. Cuma sayangnya bumbu pedanya masih agak kasar. Biji cabenya keliatan banget, bumbu lain juga kurang halus numbuknya. Tapi secara keseluruhan enak dan bikin ketagihan :). Buat yang penasaran dan mau nyoba silahkan, dijamin ketagihan deh :). Teman kerja saya ajah ada yang ketagihan gara - gara awalnya dikasih nyoba. Seblak bisa dimakan sendiri atau rame – rame bareng temen itu lebih asik. Enak dimakan saat santai, lagi nonton, lagi nulis ato sambil ngopi. Tapi harus makan dulu ya soalnya pedes khawatir sakit perut.

post signature